Memberikan Keterampilan dan Peluang Usaha melalui Pelatihan Pembuatan Tempe

Koperasi Credit Union Mekar Kasih adalah lembaga pemberdayaan yang bertujuan membantu masyarakat kecil sesuai sesuai dengan misi dan visinya. Salah satu kiat mewujudkan misi dan visi tersebut adalah aktif menyelenggarakan pelatihan-pelatihan wirausaha yang bertujuan untuk menambah pengetahuan sekaligus mengubah pola pikir anggota dari pola pikir konsumtif menjadi produktif.

Contohnya pelatihan Wirausaha Pembuatan Tempe yang dilaksanakan oleh CU Mekar Kasih TP Tobadak pada tanggal 20 Maret 2022 lalu. Pelatihan ini diselenggarakan di wilayah Salupattung dan diikuti oleh 11 orang ibu-ibu anggota CU Mekar Kasih TP Tobadak.

Pada sesi Pembukaan kegiatan Bapak Anis sebagai Manajer TP Tobadak menyampaikan bahwa tujuan utama dari pelatihan ini adalah membuka wawasan peserta yang hadir agar mereka mampu mengelola sumber daya alam yang ada di sekitarnya sehingga bisa menambah penghasilan rumah tangga. Memang tidak bisa dipungkiri ada ironi karena selama ini anggota hidup di wilayah yang kaya akan sumber daya alam tetapi ibu-ibu anggota CU setiap hari masih membeli sayur, ikan dan kebutuhan-kebutuhan lain dari penjual keliling, padahal kebutuhan tersebut bisa diproduksi atau ditanam sendiri.

Beliau juga berharap dengan adanya pelatihan ini para peserta terbuka wawasannya untuk membentuk kelompok/komunitas yang dapat memproduksi bahan baku (kedelai) dan memproduksi kedelai yang sudah diolah menjadi tempe lalu menjualnya ke masyarakat sekitar. Dengan demikian kegiatan pemberdayaan bisa berjalan dengan baik dan mendatangkan manfaat untuk anggota.

Setelah pembukaan, para peserta diarahkan untuk mengikuti Pelatihan Pembuatan Tempe yang difasilitasi oleh Pak Ismail Paluin (salah satu anggota CU Mekar Kasih TP Tobadak).  Mengawali pelatihan, beliau menyampaikan bahwa membuat tempe ini sebenarnya gampang dan tidak memerlukan waktu  yang lama, hanya saja perlu niat dan kemauan yang kuat. Setelah itu fasilitator menjelaskan bahan-bahan yang digunakan untuk proses pembuatan tempe antara lain: kacang kedelai, ragi tempe, tepung tapioka, plastik kemasan atau daun pisang.

Kemudian penjelasan dilanjutkan dengan proses pembuatannya mulai dari pembersihan kacang kedelai sampai pembuatan kemasan. Untuk proses pembersihan kedelainya sendiri  fasilitator memberikan dua alternatif yaitu dengan cara merendam kedelai selama 24 jam kemudian dibersihkan atau kedelai direbus sampai mendidih lalu dibuang kulitnya.

Setelah kedelai dibersihkan, proses selanjutnya adalah merebus kedelai sampai mendidih dan mengeluarkan aroma khas, lalu diangkat dan ditiriskan sampai airnya kering. Setelah itu ditaburi ragi tempe sesuai takaran (perbandingannya 1 Kg kedelai ditaburi 1 sendok teh ragi), kemudian ditaburi juga tepung tapioka agar warna tempe jadi putih cerah, kemudian diaduk sampai rata.

Setelah bahan-bahan di atas tercampur dengan baik, maka langkah selanjutnya adalah mengemas campuran ke dalam kemasan yang telah disiapkan; bisa kemasan plastik bisa juga kemasan daun pisang. Setelah itu disimpan di tempat yang dingin selama 2 hari untuk proses pembentukan tempe sampai tempe yang jadi siap dikonsumsi.

Dalam pelatihan ini fasilitator juga memberikan ilustrasi dan analisis usaha praktis untuk para peserta agar mereka termotivasi untuk melihat peluang usaha tempe yang cukup menjanjikan jika ditekuni.

Fasilitator menjelaskan modal awal untuk memulai usaha tempe itu sangat kecil. Ilustrasi modal yang dibutuhkan sebagai berikut:

Kedelai 5 kg = Rp85.000

Ragi tempe 500 gr =Rp15.000

Tepung tapioka 500 gr=Rp10,000

Kemasan plastik 100 pcs =Rp10.000

Tabung gas 3 kg = Rp45.000

Jadi modal awalnya Rp165.000

 

Potensi pendapatannya sebagai berikut: untuk kedelai 1 kg bisa mengasilkan 15 kemasan tempe, jadi untuk 5 Kg kedelai hasilnya 5 x 15 = 75 bungkus tempe.

Di pasaran harga tempe per bungkus selama ini Rp6.000,-/bungkus. Berarti pendapatan yang diterima jika seluruh produksi tempe terjual adalah  75 x Rp6.000 = Rp450.000,

Jika pelaku usaha menyisihkan biaya cadangan sebesar Rp100.000,- untuk satu kali siklus produksi, maka keuntungannya adalah Rp450,000,- dikurangi modal awal sebesar Rp165.000,- dikurangi lagi biaya cadangan Rp100.000,-

Keuntungan = Rp450.000 – Rp165.000 – Rp100.000

Keuntungan = Rp185.000

Sisa gas, ragi tempe, dan tepung tapioka masih bisa digunakan untuk produksi selanjutnya jadi keuntungan pada produksi berikutnya lebih tinggi lagi karena modal yang dikeluarkan hanya untuk membeli kedelai saja. Catatan: semua harga yang tertera adalah harga yang ada di lokasi kegiatan.

Lewat pelatihan ini CU Mekar Kasih berharap para peserta bisa melihat peluang usaha yang tidak memerlukan waktu, tenaga dan modal yang besar dan terdorong untuk mulai menekuni usaha tersebut. Dengan demikian cita-cita CU Mekar Kasih untuk memberdayakan anggota lewat pelatihan dan pendampingan bisa tercapai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *